Sudah CERDAS kah kita? :(

Standard

Assalamu’alaikum!! 🙂

Looong time no see dear(s) 😦
Maaf lagi sibuk TA. Doain siding ane lantjar-sukses-gampil yak aamiin~~
Sebelum kite2 ngobrolin yang agak berat, yuk istighfar dulu. Astaghfirullahal ‘adzim..
Lurusin niat buat berbagi ilmu. Dari ane buat ente, dari ente buat ane & lainnya (manggaa buat kritik sarannya yaa) 🙂
Bismillah..
Dulu guru Matematika SMP ane, Pak Hendro, mesti ngasih tausiyah sembari ngajar. Dari cerita bulan yang pernah terbelah sampe cerita2 non-fiktif menginspirasi lainnya. Salah satunya, beliau mesti tanya,”Siapakah orang yang paling cerdas?”
Dan jawaban kita macem-macem –namanya juga anak SMP ingusan. Jadi maklumin hehe 😀
Jawaban kita, “Yang mesti ranking 1 di kelas?”. Ada yang lain,”Yang punya trophy berderet2 di laci rumahnya?”. Ada juga yang nyeletuk,”Yang gelarnya panjang buanget?”
Pak Hendro dengan senyum bijaknya menggeleng. Kita jadi super penasaran. Kemudian beliau jawab,”Orang yang paling cerdas adalah dia yang senantiasa mempersiapkan bekal untuk kehidupan di akhiratnya”. Kami yang pertama denger jawaban itu cuma bengong. Kita masih belum bisa mikir sampe sana. Ilmu kita masih cetek. Sedang beliau udah banyak banget ngelewatin masa manis pahitnya dunia. Pertanyaan itu diulang-ulang terus sampe kita terkadang bosen –astaghfirullah..
Tapi sekarang kami sadar. Pak Hendro punya tujuan baik ngulang2 pertanyaan itu. Supaya kita inget kalo dunia tu sebenernya cuma sementara. Cuma singgah buat balik lagi ke tempat asal kita, Jannah aamiin. Dan buat balik kesana pun gak gampil. Semua tergantung kehidupan kita di dunia seperti apa. Jika kita di dunia tetep baik, insyaAllah dengan ridloNya kita bakal balik lagi ke Jannah. Namun jika kita lalai, entah kita bakal dimana –na’udzubillah.. 😥

Continue reading

Advertisements

Pintar yang munafik

Standard

astaghfirullah. monggo dipun waos :””

Mutiara Zuhud - Letakkan dunia pada tanganmu dan akhirat pada hatimu

Orang pintar yang munafik

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

سيكون في أمتي اختلاف وفرقة ، قوم يحسنون القيل ويسيئون الفعل

“Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan (akhlak yang buruk) “.

يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ

” Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran “. (Sunan Abu Daud : 4765)

Umar bin Khattab r.a. pernah mengingatkan fenomena cendekiawan yang tidak beradab. Dikutip oleh Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, bahwa beliau berkata: “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terhadap umat ini adalah orang pintar yang munafik. Para sahabat bertanya: Bagaimana bisa seseorang itu menjadi munafik yang pintar? Umar r.a. menjawab: “Yaitu orang yang pandai berbicara (bak seorang alim), tapi hati dan perilakunya jahil”.

Orang pintar yang munafik adalah ulama (ahli ilmu) seperti Dzul Khuwaishirah at Tamim an Najdi yakni orang-orang menampakkan ke-sholeh-an di hadapan…

View original post 2,118 more words